Stokis Nasa Klaten AD 213

STOKIS NASA KLATEN ( AD 213 )

STOKIS NASA KLATEN  PUSAT INFORMASI, PELATIHAN  Dan PELAYANAN PRODUK NASA  Beralamat di dk. Gentan. Ds. Tarubasan. Kec. Karanganom. ...

Sapi cepat gemuk

Klaten Crystal X

Jumat, 08 Juni 2012

PANEN RAYA CABE ORGANIK [ non pestisida kimia ]

Cara meningkatkan hasil cabe dan bisa pantiap hari.
Bersama teknologi dan pupuk NASA.
Lahan cabe Rawit yang bisa panen tiap hari.

Kualitas cabe juga lebih baik dan segar mengkilat.
Pemupukan dengan pupuk NASA 


TANAM CABE PETANI BISA KAYA 

PERSIAPAN  LAHAN  :
1.    Campurkan Natural GLIO  1- 2 dos ke dalam pukan 25 – 50 kg, lali diperam 1 – 2 minggu [ pengembangbiakan jamur GLIO, sebagai campuran media semai.
2.    Komposisi media semai  : tanah, pukan di atas dan pasir  [ 1:1: 1 ]


PEMBIBITAN  ;
1.    Kebutuhan benih 10 – 11 11 sacet / ha
2.    Rendam benih dengan 2- 4 cc POC Nasa / liter air hangat selama 2 jam
3.    Tiriskan dan peram 2- 4 hari, benih yang berkecambah segera disemai
4.    Semprotkan POC Nasa 1-2 tutup / tangki pada bibit usia 7 – 14 hari setelah semai
Alhamdulillah berkat pendampingan dan bersama pupuk NASA 


PENGOLAHAN LAHAN DAN PEMUPUKAN DASAR  :
1.    Taburkan pukan padalahan dan dolomit 200 – 300 kg / ha, serta lakukan olah tanah
2.    Buat bedengan [ tinggi 40 cm, lebar 1 meter ] dengan drainase yang cukup
3.    Campurkan SuperNasa bersama pupuk TSP 150 kg / ha, lalu taburkan merata. kemudian taburkan pukan yang sudah dicampur GLIO  [ aplikasi 1 minggu sebelum tanam ]
4.    Tutup bedengan dengan mulsa

PEMUPUKAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN


Pupuk NASA untuk semua jenis tanaman 


Pemupukan makro susulan [ Urea, KCL dan ZA ]
Usia 1 – 4 minggu  : Urea  = 10 sdm, ZA = 10 sdm, KCL = 10 sdm, Power Nutrition = 5 – 10 sdm. Aplikasi campurkan  kedalam 50 liter air, aduk hingga rata, siramkan 1 gelas [ 200 cc ] per batang, dengan interval aplikasi 1 minggu
Usia 5 minggu dan seterusnya  : Urea  = 10 sdm, ZA = 10 sdm, KCL = 20 sdm, Power nutrition = 10 – 20 sdm, campurkan ke dalam 50 liter air dan kocorkan 2 gelas [ 400 cc ] per batang, dengan interval 1 minggu
PEMUPUKAN DENGAN POC NASA, HORMONIK DAN AERO
Usia 2 minggu dan seterusnya [ interval 1 – 2 minggu ], semprotkan POC Nasa 3 tutup + Hormonik 1 tutup, Aero 0,5 tutup kedalam tangki [ 10, 12, 15, 17 liter ]
PEREMPELAN  : sisakan 2 – 3 cabang pada usia 15 – 3 hari dan pemasangan ajir dan tali penguat pada usia 15 hari setelah tanam

FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1.    Pemanenan
-       Panen pertama sekitar umur 60 – 75 hari
-       Panen kedua dan seterusnya 2 – 3 hari dengan jumlah panen mencapai 30 – 40 kali atau lebih tergantung ketinggian tanah dan cara budidayanya
2.    Cara panen
-       Buah dipanen tidak terlalu tua [ kemasakan 80 -90 persen ]
-       Pemanenan yang  baik setelah embun kering
-       Penyortiran dilakukan sejak dilahan
-       Simpan ditempat yang teduh
3.    Pengamatan hama dan penyakit
-       Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak
-       Semprotkan Pentana [ 3 – 5 tutup atau Pestona 5 – 10 tutup per tangki ] sebaiknya 5 – 10 hari sekali
-       Semprotkan BVR [ 1 sdm / tangki ] selang dengan Pestona / Pentana
-       Pasang perangkap hama terbang dengan METILAT LEM 
Bersama petani cabe dalam pendampingan 

HAMA  CABAI
a.    1.Kutu daun Persik [ Aphids,sp ]
Biasanya kutu daun bersembunyi di bawah daun, pijit kutu daun yang ditemukan, semprot dengan BVR atau Pestona
b.    2.Hama Thrips pervispinus
Gejala serangan daun mengkerut dan bercak kiorosis, karena cairan daun yang dihisap, lapisan daun keprek-perekan / tembaga, biasanya bersembunyi dibawah daun, pengamatan pada pagi hari/sore hari, semprot dengan BVR / Pestona
c.    3.Hama Tungau [ pholiphagotarsonemus latus ]
Serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir sepanjang tulang daun. Pengendalian dengan BVR / Pestona
d.    4.Lalat buah [ docus dorsalis ]
Gejala buah berisi belatung akan menjadi keropos, buah sering gugur. Lubang memungkinkan bakteri pembusuk masuk, sehingga buah busuk basah, buah kumpulkan dan musnahkan. Pasang perangkap lalat buah dengan METILAT LEM

PENYAKIT CABAI
a.    1.Rebah semai
Gejala  tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan cenawanphytium sp dan Rhizoctonia sp, pengendalian tanaman bersama tanah dibuang, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan berat siram dengan GLIO [ 1 sdm per 20 liter air ]
b.    2.Embun bulu
Ditandai dengan adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun / kotil. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai
c.    3.Kelompok virus
Pertumbuhan bibit terhambat, cara mengatasi bibit dicabut dan dibakar, semprot virus dengan BVR / Pestona
d.    4.Penyakit layu
Disebabkan jamur fussarium, plyitum dan Rhytizoctonia, tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman dimusnahkan, sebarkan GLIO
e.    5.Penyakit bercak daun
Jamur menyerang pada musim hujan, daun berwarna abu-abu / putih, kadang berlubang, daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan rantingnya
f.     6.Penyakit busuk buah Antraknosa
Mula-mula bercak pada buah atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar, berkembang menjadi orage, abu-abu / hitam, bagian tengah ada garis-garis melingkar berwarna hitam. Pengamatan dilakukan pada buah hijau atau merah, buah yang terserang dikumpulkan dan dimusnahkan, serangan berat sebari GLIO dibawah tanaman


Jika informasi ini bermanfaat, sampaikan pada orang yang  tepat dan membutuhkan
Untuk pembelian produk NASA bisa di Agen / distributor resmi. Bp. Edy Santosa dengan no ID N-264952 / Stokis AD 213. No telepon 08562876255.082322870145. WA 082225238025.
Kami siap melayani pengiriman ke berbagai daerah di Indonesia dan sampai luar negeri.http://www-edysantosanasa.blogspot.co.id/2013/05/teknis-budidaya-sawit-nasa.html?m=1